Jumat, 22 Februari 2019

Dalam Genggaman Tangan

Cerita dari sumber anonymous. Seorang gadis kecil sedang berjalan-jalan bersama ayahnya. Ketika akan melewati sebuah jembatan di atas sungai yag alirannya sangat deras, sang ayah takut bila putrinya akan terjatuh, maka ia berkata kepada sang putri "Sayang, pegang tangan Papa erat-erat ya, supaya kamu tidak jatuh ke sungai." Gadis kecil berkata, "Jangan, Papa saja yang menggenggam tanganku." "Apa bedanya, sayang ?" tanya sang ayah. "Berbeda sekali, Pa. Kalau aku yang memegang tangan papa, kalau ada sesuatu terjadi padaku, besar sekali kemungkinannya aku akan melepaskan genggamanku. Tetapi kalau Papa yang memegang tanganku, pasti Papa tidak akan membiarkan tanganku terlepas dari genggaman Papa. -------- PERENUNGAN Kehidupan kita penuh dengan banyak tantangan, seperti air yang mengalir dengan deras, sekali kita terjatuh akan terhanyut terbawa arus kehidupan. Ke dalam genggaman tangan siapa kita percayakan kehidupan kita ? DIA, Tuhan yang menciptakan kita, yang memiliki hidup kita adalah "TANGAN" yang seharusnya kita percaya untuk menggenggam tangan kita. DIA tidak akan membiarkan kita terjatuh. Kalau pun kita sampai terjatuh, TANGANNYA akan merengkuh kita kembali sehingga kita tidak terhanyut dalam arus kehidupan. 

http://kisah2bermakna.blogspot.com/2017/08/dalam-genggaman-tangan.html?m=1

Kamis, 21 Februari 2019

Studytour


Nama saya Saskia Amanda, saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika study tour ke Yogyakarta. Pengalaman ketika saya dan rombongan kelas VIII SMP KARTIKA II-2 BANDAR LAMPUNG untuk melaksanakan study tour.

Tujuan pertama study tour rombongan kami adalah Candi Borobudur yang terletak di kota Magelang Jawa Tengah. Setelah rombongan naik dalam bus, semua duduk di kursi dan saya duduk bersama teman saya Nabila, bus yang kami tumpangi cukup nyaman dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung seperti AC dan TV. Rombongan saya melakukan berbagai kegiatan di dalam bus, ada yang karaokean,makan, dan juga ada yang tidur. Sebelum tiba di tempat tujuan saya dan rombongan berhenti di sebuah masjid untuik sholat, dan kami melanjutkan perjalanan.

Saya dan rombongan sampai di Candi Borobudur pukul 07.00. disana kami berkumpul di halaman candi untuk menunggu tiket masuk, setelah mendapatkan tiket kami segera masuk area candi dan berkeliling disekitar candi dan tidak lupa kami berfoto-foto bersama. Setelah selesai mengelilingi candi kami keluar dari candi menuju museum candi disana kami tidak lupa berfoto-foto. Ketika kami sudah lelah mengelilingi candi kami merasa lapar, pukul 09.00 saya dan rombongan menuju sebuah rumah makan yang tidak jauh dari Candi Borobudur. Disana kami berbaris dan mengantri untuk mengambil makanan dan minuman. kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro kami tiba disana sudah hampir maghrib tetapi kami langsung turun dari bus dan menuju malioboro, disana kami berbelanja dengan sesuka hati dan membeli oleh oleh untuk orang di rumah. Setelah selesai berbelanja kami pergi untuk makan malam, setelah rombongan kami selesai makan malam kami pergi untuk pulang. 

Danau Matayangu

Air terjun Matayangu
Suatu kali pernah ada turis asing yang penasaran mencoba mengukur kedalaman danau. Untuk mengukur, dia menyiapkan 5 rol tali yang panjang tiap rolnya 500 meter. Namun setelah rol demi rol tali disambungkan sampai habis 5 rol itu tetap tidak menjangkau dasar danau. Itulah cerita mitos air terjun Matayangu yang dituturkan oleh Jumad, pemandu kami. Atas dasar cerita itu, masyarakat sekitar percaya kalau danau ini terhubung dengan laut Wanokaka yang berada di sisi selatan Sumba. Mitos lebih jauh mengatakan jika ada gurita raksasa yang dipercaya masyarakat menjaga danau ini. Seru mendengar cerita mitos tentang tempat-tempat seperti ini.

Air terjun atau Danau?Dari atas tempatku berdiri, sebuah danau luas yang airnya berwarna biru tosca tampak jelas walau masih terhalangi pepohonan. Di ujung lain berhadapan dari tempatku berdiri, tampak sebuah air terjun yang keluar dari bagian tengah tebing batu. Air terjun itulah yang mereka sebut Matayangu. Mungkin air itu keluar dari sungai bawah tanah.

Aku tak tahu, apakah Matayangu lebih pas disebut sebagai air terjun atau danau. Tingginya air terjun Matayangu jadi tampak kecil bagaikan sebuah 'grojokan' kecil bila dibandingkan luas danau di bawahnya. Terlepas dari hal itu, Matayangu tetaplah salah satu air terjun terbaik yang ada di Sumba. Berada di kedalaman hutan di kawasan Taman Nasional Tanadaru Manupea, air terjun ini menawarkan sensasi air danau dengan warna biru toscanya.


Air terjun ini terkurung lengkung tebing dalam lebatnya hutan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru. Dalam satu kawasan ini selain air terjun Matayangu juga ada air terjun Lapopu. Bedanya air terjun Matayangu posisinya lebih tinggi dibandingkan dengan air terjun Lapopu. Meskipun berada dalam lokasi yang sama namun sumber air kedua mata air ini berbeda.

http://awalnya.blogspot.com/2019/01/matayangu.html?m=1